Saturday, August 4, 2007

Identifikasi Kerusakan Pada Memori

Anda bingung bercampur kaget ketika tiba-tiba sistem anda tidak mau masuk ke sistem operasi (windows / linux dsb) atau mati sama sekali padahal semua perangkat hardware sudah terpasang dengan benar.atau ketika computer dinyalakan muncul bunyi-bunyian (bip) aneh berkali-kali yang tidak pernah dengar sebelumnya?? Don’t be panic.. tahan dulu keinginan anda untuk membawa ke tukang service, lebih baik mengidentifikasi terlebih dahulu komponen mana yang rusak (hardware / software).

Bila anda mengalami masalah seperti ini biasanya masalah terletak pada memori atau pada socketnya (tempat meletakkan modul memori).Untuk itu, anda harus megindentifikasi terlebih dahulu komponen mana yang sedang bermasalah agar bisa di cari solusinya

Sebelum anda memulai, harus di pastikan dulu bahwa semua komponen sudah terpasang dengan benar dan settingan pada BIOS masih standar. Masalah seperti di atas bisa muncul karena disebabkan karena setting BIOS yang terlalu membebani komponen Hardware misalnya Prosesor atau memori.
Untuk mengetahui setting BIOS anda masih standar atau tidak : nyalakan computer anda, pada saat muncul tuisan-tulisan berlatarkan warna hitam tekan tombol DEL atau F2 (kebanyakan versi BIOS menggunakan salah satu dari tombol ini untuk masuk ke setting BIOS).setelah itu set ke default lalu save change and exit Y/N (Yes/NO).atau anda bisa meng clear CMOS untuk membalikkan setting BIOS-nya pada posisi default (silahkan lihat manual book motherboard anda pada halaman clear CMOS)

Cermati Kepingan Memori Anda
Setelah anda mematikan computer anda, perhatikan dulu apakah memori telah terpasang dengan sempurna.kalau belum, coba pasang dengan benar dan nyalakan kembali computer anda. Namun, kalau tetap masih tidak mau booting, coba matikan kembai dan cabut memori dari socketnya. Coba perhatikan apakah ada chip IC pada keeping memori yang rusak atau ada jalur-jalur yang bermasalah.
Kalau tidak ada yang rusak, coba perhatikan bagian yang berwarna keemasan sebagai interfacenya. Anda bisa bersihkan bagian keemasan dari memori yang berhubungan dengan socket DIMM dengan menggunakan karet penghapus untuk menghilangkan dari kotoran atau debu. Setelah itu pasang kembali memori pada socketnya. Kalau setelah di bersihkan computer anda berjalan normal, berarti masalah terletak pada memori tapi kalau masih tetap seperti semula ada kemungkinan kepingan memorinya yang rusak. Perhatikan juga jalur-jalur electronic yang ada. Kalau tidak terdapat kerusakan dan computer tetap tidak normal, anda harus mempertimbangkan untuk menggnanti memori anda dengan yang baru.

Perhatikan Socket Memorinya
Tapi bagaimana jika setalah memori diganti kondisinya masih sama??kalau ini terjadi, anda harus curiga pada socket memorinya yang teretak pada motherboard anda. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah membersihkan socket memori tersebut. Gunakan cotton buds atau penghisap debu untuk membersihkannya dari debu atau kotoran lain yang mungkin menempel. Setelah itu coba pasang kembali memori anda dan lihat apakah masalah sudah teratasi. Kalau belum juga teratasi, anda bisa menggunakan socket DIMM memori yang kedua atau kalau ada yang ketiga yang masih kosong. Coba nyalakan kembali. Kalau masalah sudah teratasi, berarti masalah terletak pada socket DIMM. Ini sering terjadi pada motherboard-motherboard lama yang sudah punya “jam terbang” yang sangat lama atau “KOMPULA” (Komputer Lanjut usia alias Komputer Lama). Namun, kalau masalah ternyata tetap sama meski sudah menggunakan socket yang lain, ini berarti semua socket DIMM anda memang sudah rusak dan dengan terpaksa anda harus mengganti Motherboard anda. (loenk)

2 comments:

ganool said...

kayaknya emang memorynya rusak neh

salam kenal

<a href="http://www.ganool.com>Download Film Gratis</a>

ganool said...

kayaknya emang memorynya rusak neh

salam kenal

Download Film Gratis"