Sunday, August 19, 2007

Optimasi Pada Sistem

Sistem anda terasa lambat? Sistem terasa berat saat membuka suatu applikasi atau ketika mencari data?
Beberapa alasan PC anda terasa lambat adalah :
PC anda sudah terlalu tua untuk menjalankan aplikasi-applikasi terbaru. Maksudnya, spesifikasi hardware yang anda gunakan sudah tidak kompatibel dengan applikasi-applikasi baru yang meminta spek yang lebih tinggi.
Ada jenis virus yang mengganggu, setting BIOS yang tidak tepat, hardware yang bermasalah, Hard Disk yang sudah sesak atau penuh, dan masih banyak alasan lain.

Untuk mengatasi masalah dia atas banyak cara yang dapat anda lakukan. Memang sih untuk permasalahan “terinveksi virus” ada cara yang paling gampang yaitu dengan menginstall ulang system operasi anda (stand alone user). Namun cara ini tidak dapat menyelesaikan semua masalah diatas khususnya setting yang bermasalah pada hardware atau BIOS. Selain itu cara “install ulang” ini tidak akan membuat pengetahuan anda bertambah tentang trobleshooting.
Ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk mengatasi permasalahan seperti ini. Langkah-langkah ini bisa dikatakan cukup efektif untuk mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan diatas.

Scan dengan Antivirus
Penyebab paling umum dari lambatnya sistem pada PC adalah adanya virus yang menginveksi sistem anda.
Tips:
Gunakanlah anti virus yang bagus, pada umumnya virus-virus yang beredar di indonesia adalah virus-virus lokal, jadi gunakan antivirus yang tidak hanya dapat mendeteksi virus interlokal tapi juga virus lokal he..he..:).
Update-lah antivirus yang anda gunakan secara berkala agar virus-virus baru dapat dikenali sekaligus di “bunuh”.
Salah satu contoh Antivirus yang cukup baik dalam mengenali virus-virus lokal dan interlokal adalah ANSAV. Antivirus ini berjenis freeware atau gratis yang dapat anda download/unduh di www.ansav.com

Cek hardware pada PC anda
Hardware seringkali mengalami penurunan kinerja, biasanya diakibatkan oleh pemakaian yang terus-menerus (khususnya PC lawas). Kalau anda tidak tahu dimana harus memulai, cobalah memulai dengan komponen power supply. Komponen ini seringkali mengalami gangguan yang diakibatkan karena pemakaian yang terus-menerus, debu yang membuat kipas tidak berputar lalu mengakibatkan overheat, atau kekurangan daya yang diakibatkan oleh penambahan hardware. Kalau komponen ini bermasalah (kekurangan daya atau terbakar), anda harus menggantinya dengan yang baru.

Cek memori di PC anda
Apakah anda perlu melakukan penambahan memori. Laukan kalkulasi pada applikasi yang anda jalakan, karena semakin banyak applikasi yang harus anda jalankan berarti semakin banyak memori yang di gunakan (sebaiknya anda memperbesar ukuran memori untuk meminimalisasi efek bottleneck pada PC).

Periksa suhu prosessor
Cek apakah suhu prosessor anda melebihi batas yang wajar, kewajarannya berbeda-beda tergantung jenis prosessor yang anda gunakan (panas prsessor akan di bahas di artikel lain). Anda dapat mengeceknya dengan masuk ke BIOS atau menggunakan tool atau utility tertentu semisal sisoft sandra. Perhatikan juga kipas (fan) pada prosessor apakah berjalan dengan baik (bersihkan debu-debu yang menempel pada fan terlebih dahulu). langkah ini dilakukan untuk menjamin bahwa panas yang ditimbulkan prosessor bukan disebabkan oleh heatsink dan fan (komponen pendingin pada prosessor) yang bekerja kurang optimal. Kalau panasnya tidak berubah, anda dapat mengganti thermal grease pada lempengan prosessor dengan thermal grease yang baru.

Cek settingan pada BIOS
Yang harus anda lakukan adalah, masuk kedalam BIOS dengan menekan tombol Del atau F2. Setelah masuk pastikan kecepatan prosessor, memori, dan lain-lain sudah sesuai dengan yang tertera di manual book perangkat yang anda miliki. Disitu anda juga dapat mengatur beberapa setting agar performance dapat bertambah, misalnya memilih menu “load optimized” atau semacamnya. Dengan meng-updated BIOS dengan yang terbaru juga dapat meningkatkan performance sistem anda. Setalah selesai jangan lupa memilih menu “save and exit”.

Cek driver perangkat
Cek driver dari perangkat yang terpasang di komputer anda. Apabila terdapat konflik pada driver anda bisa meng-uninstall driver tersebut untuk kemudian di install kembali dengan yang sesuai atau dengan meng-update dari versi yang terbaru. Dengan meng-update driver beberapa komponen vital seperti graphic card dll, juga dapat memperbaiki kinerja perangkat.

Defrag HDD
Defrag pada harddisk bertujuan untuk meng-organisasi tatanan file pada harddisk agar lebih rapi guna memepermudah prosses transfer data. Ini sangat diperlukan apalagi kalau file-file anda berada pada posisi terpencar-pencar di dalam harddisk. Bagaimana caranya? Kalau anda menggunakan Sistem Operasi Windows anda dapat meng-klik start menu-programs-accessories-system tools-disk defragmenter. Atau bisa juga dengan menggunakan applikasi lain seperti Norton dan semacamnya. Jangan lupa menyisakan ruang kosong minimal 300MB untuk System Operasi Windows XP/2000 dan 200MB untuk Windows 98.

Bersihkan dari file sampah/junk file
Harddisk yang terlalu disesaki dengan beragam file juga dapat memperlambat sistem anda. Ini biasanya baru terasa setelah space kosong di harddisk tinggal beberapa persen lagi. Untuk menanggulanginya, kita bisa memulai dengan membuang file-file yang tidak perlu atau meng-uninstall applikasi-applikasi yang tidak terlalu sering di pakai namun anda memiliki software installer-nya (kalau diperlukan baru di install kembali). Anda dapat menghapus file-file yang tidak perlu seperti cookies, temp, atau temporary internet files melalui menu search secara berkala. Untuk anda yang awam sangat disarankan menggunakan applikasi tambahan seperti System Mechanic, Tuneup Utility dan sejenisnya untuk menghindari cacat pada file.(baraq)

Saturday, August 4, 2007

Identifikasi Kerusakan Pada Memori

Anda bingung bercampur kaget ketika tiba-tiba sistem anda tidak mau masuk ke sistem operasi (windows / linux dsb) atau mati sama sekali padahal semua perangkat hardware sudah terpasang dengan benar.atau ketika computer dinyalakan muncul bunyi-bunyian (bip) aneh berkali-kali yang tidak pernah dengar sebelumnya?? Don’t be panic.. tahan dulu keinginan anda untuk membawa ke tukang service, lebih baik mengidentifikasi terlebih dahulu komponen mana yang rusak (hardware / software).

Bila anda mengalami masalah seperti ini biasanya masalah terletak pada memori atau pada socketnya (tempat meletakkan modul memori).Untuk itu, anda harus megindentifikasi terlebih dahulu komponen mana yang sedang bermasalah agar bisa di cari solusinya

Sebelum anda memulai, harus di pastikan dulu bahwa semua komponen sudah terpasang dengan benar dan settingan pada BIOS masih standar. Masalah seperti di atas bisa muncul karena disebabkan karena setting BIOS yang terlalu membebani komponen Hardware misalnya Prosesor atau memori.
Untuk mengetahui setting BIOS anda masih standar atau tidak : nyalakan computer anda, pada saat muncul tuisan-tulisan berlatarkan warna hitam tekan tombol DEL atau F2 (kebanyakan versi BIOS menggunakan salah satu dari tombol ini untuk masuk ke setting BIOS).setelah itu set ke default lalu save change and exit Y/N (Yes/NO).atau anda bisa meng clear CMOS untuk membalikkan setting BIOS-nya pada posisi default (silahkan lihat manual book motherboard anda pada halaman clear CMOS)

Cermati Kepingan Memori Anda
Setelah anda mematikan computer anda, perhatikan dulu apakah memori telah terpasang dengan sempurna.kalau belum, coba pasang dengan benar dan nyalakan kembali computer anda. Namun, kalau tetap masih tidak mau booting, coba matikan kembai dan cabut memori dari socketnya. Coba perhatikan apakah ada chip IC pada keeping memori yang rusak atau ada jalur-jalur yang bermasalah.
Kalau tidak ada yang rusak, coba perhatikan bagian yang berwarna keemasan sebagai interfacenya. Anda bisa bersihkan bagian keemasan dari memori yang berhubungan dengan socket DIMM dengan menggunakan karet penghapus untuk menghilangkan dari kotoran atau debu. Setelah itu pasang kembali memori pada socketnya. Kalau setelah di bersihkan computer anda berjalan normal, berarti masalah terletak pada memori tapi kalau masih tetap seperti semula ada kemungkinan kepingan memorinya yang rusak. Perhatikan juga jalur-jalur electronic yang ada. Kalau tidak terdapat kerusakan dan computer tetap tidak normal, anda harus mempertimbangkan untuk menggnanti memori anda dengan yang baru.

Perhatikan Socket Memorinya
Tapi bagaimana jika setalah memori diganti kondisinya masih sama??kalau ini terjadi, anda harus curiga pada socket memorinya yang teretak pada motherboard anda. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah membersihkan socket memori tersebut. Gunakan cotton buds atau penghisap debu untuk membersihkannya dari debu atau kotoran lain yang mungkin menempel. Setelah itu coba pasang kembali memori anda dan lihat apakah masalah sudah teratasi. Kalau belum juga teratasi, anda bisa menggunakan socket DIMM memori yang kedua atau kalau ada yang ketiga yang masih kosong. Coba nyalakan kembali. Kalau masalah sudah teratasi, berarti masalah terletak pada socket DIMM. Ini sering terjadi pada motherboard-motherboard lama yang sudah punya “jam terbang” yang sangat lama atau “KOMPULA” (Komputer Lanjut usia alias Komputer Lama). Namun, kalau masalah ternyata tetap sama meski sudah menggunakan socket yang lain, ini berarti semua socket DIMM anda memang sudah rusak dan dengan terpaksa anda harus mengganti Motherboard anda. (loenk)

Thursday, August 2, 2007

Mental Kuli PNS

Mario Gagho

Siapa saja yang pernah punya urusan dengan
kantor-kantor pemerintah, dan para dosen (bagi
mahasiswa/mahasiswi) pasti akan menemui
kejadian-kejadian yg serupa dg apa yang saya alami
itu. Dan saya yakin satu jilid buku tebal tidak akan
cukup menampung 'kisah nyata tapi pahit' masyarakat
Indonesia setiap kali harus menghadapi tekanan batin
dan tekanan uang oleh para birokrat di kantor-kantor
pemerintahan dan para dosen keblinger tsb. Bagi rakyat
kebanyakan, situasi tidak enak itu mungkin sudah
dianggap hal lumrah, status quo, dan tidak perlu
dipermasalahkan. Hal itu wajar, terutama bagi mereka
yang tidak pernah kemana-mana dan never think and
never 'see outside the box'(tidak pernah membuat
perbandingan dg dunia luar dan nilai universal ideal).
Baca Artikel lengkap...

Civil Servant (PNS) Booming & Collective Corruption


A.FATIH SYUHUD

writer weblog

In many democratic countries, civil servant or PNS (pegawai negeri sipil) never been a booming "industry". Rather, it's the second choice for the young potential & dynamic citizens, even in India. Not in Indonesia. Here, the demand to be a PNS has always been beyond the existing supply. So, for the corrupts Indonesian officials (who are not, anyway?) who got direct or indirect authority to select the new breed of corrupt 'potentials', any PNS recruitment day is a harvest season. Time to buy a new luxury car.

For PNS in relatively low level (high school teacher), you need to pay at least Rs 20 million ($2,000), so some of my PNS friends told me their own experience. Mostly through loan. Therefore, corruption practices and corrupt mindset are actually born the time you apply to be a PNS. When your monthly salary are just around $100, how you pay the debt back with your hand still clean? Just a case in point, see special report from Jakarta Post here.

Why PNS still booming now even after Suharto era is over? (1) 32 years economic repression during Suharto era still has its left-over: many young indonesian still got addicted with the dictum of feudalistic attitude: earn much, work less. (2) Uneducated and unfiltered pop-culture influence among the indonesian youth make them want like crazy to live like the celebrities without ever need to work hard (3)The expensive higher-educational cost as a result of retracted subsidy on education make it almost impossible for the poor to further their education and fullfil their dreams.

Indonesia certainly has long way to go towards prosperity for all. Democratic system we're enjoying now to me is a good beginning to start with.
Loading...